News

Kapal Tanker Kuwait Jadi Sasaran Serangan Iran di Pelabuhan Dubai

Istanbul (KABARIN) - Sebuah kapal tanker raksasa milik Kuwait jadi sasaran serangan drone yang diduga berasal dari Iran saat berada di area jangkar pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada Selasa dini hari waktu setempat.

Kuwait Petroleum Corporation mengungkapkan, kapal bernama Al Salmi itu diserang sekitar pukul 00.10 waktu setempat (03.10 WIB) saat sedang membawa muatan penuh minyak mentah.

Menurut pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Kuwait (KUNA), serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada lambung kapal dan memicu kebakaran di atas dek. Pihak Kuwait Petroleum sempat memperingatkan adanya potensi kebocoran minyak ke perairan sekitar akibat insiden tersebut.

Meski begitu, kondisi awak kapal dipastikan aman. Kantor Media Dubai menyatakan seluruh kru yang berjumlah 24 orang selamat tanpa ada korban luka.

Otoritas Dubai juga memastikan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Tim penanggulangan langsung bergerak untuk memadamkan api dan mengamankan kapal. Hingga saat ini, tidak ada laporan tumpahan minyak, meskipun sebelumnya sempat dikhawatirkan terjadi kebocoran.

Dampak dari insiden ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak dunia melonjak tajam setelah kabar serangan tersebut beredar. Minyak berjangka di New York Mercantile Exchange (Nymex) naik lebih dari 3 persen dan diperdagangkan di angka 106,05 dolar AS per barel pada pukul 23.37 GMT (06.37 WIB).

Sementara itu, harga minyak mentah Brent juga ikut terdongkrak, naik 2,57 persen ke level 115,35 dolar AS per barel pada pukul 23.06 GMT (06.06 WIB).

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi memanas sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Aksi saling serang ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tapi juga mulai mengganggu stabilitas pasar global dan sektor penerbangan.

Dengan situasi yang masih panas, insiden seperti ini berpotensi memicu dampak yang lebih luas, terutama terhadap pasokan energi dunia.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: